CG Jung VS Freud: Gejala Psikis, Faktor Lampau atau Naluri Masa Depan?

Seperti yang kita lihat bahwa dalam sejarah, sesungguhnya Jung adalah murid sekaligus sahabat Freud. Namun perjalanan karir membawa mereka ke jalan yang berbeda. Dalam perkembangannya, Jung ‘menyimpang’ dari jalan psikoanalisa dan membangun teorinya sendiri. Salah satu teorinya yang paling terkenal sekarang adalah teori personality, yang sering disebut sebagai teori aliran Jungian. Tapi bagi saya sepertinya menarik untuk mempelajari apa yang telah ditulis dua tokoh ternama ini di masa lampau. Continue reading

Advertisements

Kekuatan Perubahan dan Mitos Gua Plato

Ide untuk tulisan ini sebetulnya sudah muncul lama sekali, tapi baru sempat saya tulis kemarin. Tulisan ini murni karya saya, bukan bentuk plagiarisme. Semua kutipan secara tidak langsung  sudah saya masukkan.

Mungkin anda belum pernah mendengar apa itu mitos gua Plato. Ilustrasi mitos gua pertama kali muncul dalam dialog Plato mengenai kepemerintahan negara, yaitu Republic. Tapi kali ini saya tidak akan membicarakan mengenai pemerintahan negara (meski saya seorang feminis yang sependapat dengan Plato bahwa wanita dapat memerintah sama baiknya dengan pria-bahkan lebih baik-dan dengan demikian memiliki beberapa argumen yang berkaitan dengan teks Republic) tapi bahasan kali ini akan sesuai dengan judul diatas. Saya akan membahas kekuatan perubahan, terkait dengan mitos gua Plato. Continue reading

Scientology-Mass Anxiousity

Tulisan ini saya buat wkt smstr 4. Sepertinya kebanyakan orang belum tahu banyak, karena itu saya masukkan artikel Scientology ini  di blog. Saya akui analisisnya naif, karena tulisan ini saya susun untuk tugas kuliah. Tapi sejauh ini saya belum ingin menulis revisinya, mengingat kontroversi yang akan ditimbulkan, dan sekarang ini saatnya belum tepat untuk publikasi. Tapi tulisan ini bisa dipertanggungjawabkan dan kualitasnya dijamin, karena nilainya A untuk mata kuliah etika filsafat komunikasi 🙂

Well, jika mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa meski Scientology merupakan katalis global, saya menuliskannya sebagai mass anxiousity. Alasan pertama karena Scientology belum banyak diketahui secara luas di belahan dunia timur termasuk Indonesia. Dan saya yakin hanya sangat sedikit yang memahami bagaimana Scientology itu sebenarnya, karena ini menuntut pola pemikiran secara filsafat. Boleh percaya boleh tidak, tapi Scientology tidak bisa hanya dipahami  secara harafiah. Continue reading

Government Role in the Violation Rights of LGBT People in Southern Africa

Note: this paper is also published in my lecturer’s blog: Dina Listiorini

Generally people would acknowledge the violation of LGBT (Lesbian,Gay,Bisexual and Transgender) as merely a fault of stigma among the society. Other people would also claim about the role of media exposure. But the truth is, another culprit behind all that happened these years is the role of the government, altough, perhaps it is not as obvious as other catalyst. Or in a different perspective, we could also say that the government, as the third factor, is the one behind the scene of the other two factors. In the matter of fact, the
relations between the role of the governments in Southern Africa has
a strong red thread with the fact that most countries in Southern
Africa had just got their independency around the 1990s. But we must
also see, who was been actually blamed for the stigma of society and
the ‘entrance’ of LGBT people in southern Africa: the western
imperialism. Is the western imperialism really a significant factor
who contributed much for the LGBTs case, or is it just merely a
scapegoat? We will see on how this factor play in the history of
Southern Africa, and the relations with the bad track record of LGBT
rights. And then, finally we would be able to see how this issue
goes, starting from how the stigma shaped the paradigm of people in
countries of Southern Africa. Continue reading