Superioritas Amerika dan Konstruksi Negatif Perempuan dalam Film Tinkerbell: a False Conciousness Process

Ketika orang bicara soal Disney, mereka bicara mengenai betapa banyaknya kritik dan penelitian yang sudah dilakukan tentang Disney, betapa mengagumkan karya-karya baru Disney seperti High School Musical dan Bolt, atau betapa enchanting-nya kisah-kisah klasik Disney. Ada juga yang bicara betapa beberapa tokoh seperti Mulan memberikan inspirasi bagi banyak orang, kecanggihan teknik animasi Pixar yang membuat Woody [Toy Story] nampak begitu nyata, bahkan betapa catchy-nya lagu-lagu soundtrack film Disney di telinga. Segala elemen diatas, baik yang diperhitungkan sebagai yang mayor atau minor, telah banyak diriset oleh para ahli seperti Janet Wasko, Margaret Ronnberg, Nikhilesh Dholakia dan Armand Matellart. Karya-karya mereka, baik jurnal, buku maupun karya lainnya telah memberikan kontribusi besar terhadap kekayaan pengetahuan kita dan awam terhadap Disney dan segala bentuk produknya. Misalnya dalam jurnal Disney: Delights and Doubts yang dipublikasikan tahun 2001 oleh Journal Research for Consumer [1], tulisan ini bicara mengenai efek hiperimajinasi yang timbul dalam benak pengunjung Disneyland. Sementara Margaret Ronnberg dalam jurnalnya membicarakan efek kisah Disney terhadap faktor psikologis anak dari sudut pandang anak-anak [2]. Continue reading