Paradoks Homoseksual dalam Seksualitas Modern : Sebuah Perdebatan Feminis dan Promiskuitas Postfeminis

Norma adalah alat yang digunakan oknum mainstream, penguasa, untuk kepentingan-kepentingan yang menguntungkan pihaknya, menjustifikasi segala perbuatan yang mengakomodasi kepentingannya tersebut, terutama untuk mengabsolutkan kuasa. Foucoult bicara mengenai sejarah represi seksualitas pada zaman Victorian, dimana seksualitas dibungkam. Pada zaman itu seks hanya disahkan untuk berada dalam ranah keluarga, yaitu suami istri, dan hanya disakralkan pada kamar orang tua. Selebihnya adalah tabu. Berawal dari pandangan Foucoult tadi, kita perlu melihat bahwa sebenarnya segala norma yang diterapkan hanyalah sistem buatan manusia yang cacat namun diabsolutkan, kemudian digunakan untuk menata segala sistem struktur yang mengatur kehidupan manusia tapi ironisnya, menjadi tembok paling tebal untuk perkembangan mindset manusia itu sendiri. Pergerakan pemikiran yang bebas adalah pemikiran-pemikiran yang masih berada dalam batas tembok tebal yang membelenggu itu. Continue reading